>Cara Investasi Emas

>


Untuk berinvestasi emas ada banyak pilihan seperti emas perhiasan, emas batangan, koin emas ONH dan sertifikat emas.

A. Emas Perhiasan

Bila Anda berinvestasi emas untuk jangka pendek, akan sulit jika bentuknya dalam perhiasan karena waktu kita membelinya pertama kalih)dikenakan biaya produksi atau ongkos pembuatan namun ketika ingin menjualnya kembali biaya produksi tidak akan diperhitungkan seperti sewaktu kita membelinya pertama kali. Emas perhiasan tersedia dalam bervariasi karat mulai dari 18 sampai yang terbaik yaitu 24 karat.

B. Emas Batangan

Emas dalam bentuk batangan ini tersedia dari berat yang paling ringan 1 ons sampai dengan 1 kg. Emas batangan merupakan investasi yang lebih baik dari emas perhiasan karena selain lebih mudah dijual kembali, nilainya pun tidak berkurang karena ketika membelinya tidak dikenakan biaya produksi.

C. Koin Emas ONH

Tujuan awal investasi dari koin emas ONH ini sebagai alternatif bagi mereka yang ingin menabung untuk biaya ibadah naik haji. Namun penamaan ONH ini hanya sebagai taktik pemasaran saja karena sebenarnya semua orang bisa membeli koin emas ini dengan harga yang sama seperti jika kita membeli emas batangan.

Perlu diperhatikan beberapa kekurangan jika kita berinvestasi dalam bentuk logam mulia di atas seperti adanya biaya penyimpanan yang tidak murah, risiko kehilangan yang cukup besar karena bentuknya secara fisik cukup menarik perhatian.

D. Sertifikat Emas

Untuk menghilangkan risikorisiko diatas maka kita bisa memilih investasi dalam bentuk sertifikat emas, yaitu jenis investasi kategori sektor finansial. Selain biaya penyimpanan lebih murah, sertifikat ini bisa diperdagangkan di pasar finansial dan lebih aman karena risiko hilang sangat kecil, sertifikat emas juga lebih liquid dan bisa di sektor riilkan. Terlebih jika pasar sudah terbentuk maka sertifikat emas pun bisa lebih terstandarisasi.

Meskipun demikian, disarankan agar asset tidak disimpan seluruhnya dalam bentuk investasi emas. Disarankan cukup 5 persen dari seluruh portofolio saja karena tidak terlalu tinggi keuntungannya dan juga banyak bentuk investasi lain yang bisa dijadikan alternaif lebih menguntungkan.

 

 
Sumber : Indowebster

Bagikan

This entry was posted in Tutorial, Umum. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s