>Cara Menghitung Prediksi Tinggi Anak Anda

>

Setiap orangtua pasti menginginkan anaknya tumbuh normal baik berat ataupun tinggi badannya. Banyak cara yang dilakukan orangtua agar anaknya tumbuh tinggi dan sehat. Padahal ada perhitungan khusus untuk memprediksi berapa tinggi badan anak. Mau tahu?

Ada banyak rumus yang digunakan oleh orang-orang dalam memperkirakan berapa tinggi anaknya nanti. Seperti mengambil tinggi saat berusia 2 tahun lalu dikali misalnya tinggi anak ketika usia dua tahun 80 cm dikali 2 menjadi 160 cm. Atau ada juga yang menambahkan tinggi orangtuanya lalu dibagi dua, misalnya tinggi ayah 170 Cm dan tinggi ibu 165 cm keduanya dijumlahkan menjadi 335 cm dibagi 2 hingga menjadi 167,5 cm untuk perkiraan tinggi anak saat dewasa.

Selain itu ada juga skema perhitungan yang lebih rumit dengan memperhitungkan bulan kelahiran, warna mata atau tinggi si anak saat lahir. Diantara perhitungan tersebut ada yang didasarkan oleh beberapa ide ilmiah, namun sebagian besar hanya merupakan tebakan yang masuk akal.

Semua orang tahu bahwa faktor genetik merupakan hal penting dan memberikan pengaruh yang besar hingga si anak dewasa nanti. Setelah mempelajari ribuan anak dan orangtuanya, terbentuk sebuah rumus yang telah dikembangkan untuk membantu mengetahui pertumbuhan tinggi anak hingga mencapai potensi genetik, seperti dikutip dari Parenting, Jumat (6/11/2009), yaitu:

1. Tambahkan tinggi kedua orangtua bisa dengan menggunakan satuan inci atau sentimeter.
2. Membagi jumlah tersebut dengan angka 2.
3. Setelah dibagi tambahkan 2,5 inci (jika menggunakan satuan inci) atau 6,5 cm (jika menggunakan satuan cm).
4. Angka yang didapatkan adalah tinggi midparental (pertengahan tinggi) untuk anak.
5. Tinggi anak yang sebenarnya adalah +/- 4 inci atau +/- 10 cm. Itu adalah range tinggi anak Anda.

Jika memakai contoh di atas tinggi ayah 170 cm dan tinggi ibu 165 cm keduanya dijumlahkan menjadi 335 cm dibagi 2 hingga menjadi 167,5 cm. Angka i67,5 cm kemudian 6,5 cm menjadi 174 cm. Angka 174 cm ini adalah angka pertengahan perkiraan tinggi anak. Sedangkan tinggi anak sebenarnya adalah hasil akhir tadi (174 cm) dijumlahkan dengan plus minus 10 cm. Sehingga perkiraan tinggi anak ketika dewasa antara 164 cm hingga 184 cm.

Ada faktor lain yang juga mempengaruhi tinggi badan anak yaitu nutrisi dan olahraga atau aktivitas anak. Dalam memenuhi faktor nutrisi sebaiknya anak sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung protein dan kalsium untuk membantu pertumbuhan tulangnya.

Sedangkan untuk olahraga diharapkan anak melakukan olahraga yang memberikan beban pada tulangnya seperti atletik, lompat tali, basket, bulutangkis atau renang. Olahraga seperti ini akan merangsang tulang untuk tumbuh lebih tinggi akibat hentakan berat badan yang dihasilkan dari olahraga tersebut.

Meskipun belum ada data pasti kapan usia anak sudah tidak bisa tinggi lagi, tapi diperkirakan saat berusia 21 tahun pertumbuhan tinggi anak terhenti. Kalaupun masih bisa bertambah hanya sedikit sekali sekitar 1 sampai 2 cm saja.

Sumber : Indowebster

Bagikan

This entry was posted in Curhat, Kesehatan, Tutorial, Umum. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s